TUGAS KATEKETIKA
RESUME BUKU “NAMA-NAMA
ROH KUDUS”
PENGARANG: ELMER L. TOWNS
DIKERJAKAN
OLEH:
NAMA : YUNI GINTING
NIM :
10.04.11.4775
GROUP : E
M.K :
KATEKETIKA
D.M.K : L. TOBING, M.Pd
BAGIAN PERTAMA: YESUS & ROH KUDUS
BAB 1
PENOLONG:
NAMA BAGI ROH KUDUS YANG SANGAT DISUKAI YESUS
Roh kudus sebagai
Pribadi Ketiga dari Trinitas ternyata memiliki nama yang merupakan sebutan yang
paling di sukai Yesus yaitu “Penolong”. Nama penolong bagi Roh Kudus digunakan
sebanyak empat kali, jauh lebih sedikit dari penggunaan kata Roh Kudus dalam
Alkitab. Banyak orang tidak mengenal nama-nama Roh Kudus, mungkin ini disebakan
karena beberapa alasan: pertama, Yesus memang menjanjikan bahwa Roh
Kudus akan datang dan menekankan bahwa
tujuan utamanya adalah memuliakan Kristus, dengan kata lain Roh Kudus lebih
banyak bercerita mengenai Yesus Kristus. Kedua, karena tugas atau
pekerjaan-Nya. Bapa memprakarsai proses keselamatan, dan Anak menyelesaikannya
di ata Bukit Kalvari. Tetapi Roh Kudus bekerja dalam hati orang-orang percaya
untuk menjalankan apa yang dikerjakan Anak. Bisa dikatakan peran Roh Kudus
tidak tampak langsung sehingga orang-orang tidak memberikan perhatian kepada
Roh Kudus. Ketiga, mengapa Roh Kudus tidak dikenal yaitu karena Roh
Kudus tidak datang dalam bentuk Tubuh.
Penolong dalam Pertobatan Kita
Sebelum kembali
kepada Bapa, Yesus berjanji bahwa Ia akan mengutus seorang Penolong yang lain
yaitu “Roh Kudus”. Roh Kudus memiliki
sembilan pelayanan dalam pertobatan, yaitu:
Sebelum
pertobatan; Pertama Ia menegur dosa (Yoh 16:6-7), yang berarti Ia adalah
jaksa yang membuktikan adanya pelanggaran hukum. Kedua, Roh Kudus adalah
pengendali atau penahan (2 Tes 2:7), yang berarti Ia menolong dengan cara
menahan atau mencegah terjadinya kesalahan atau bahaya.
Saat pertobatan;
pelayanan Roh Kudus yaitu melahirkan kembali atau memperbaharui kembali
hati manusia supaya menjadi baru. Kemudian Ia mendiami diri kita dan
menyakinkan kita bahwa segalanya berfungsi dengan baik. Akhirnya Roh Kudus
adalah materai kita, Ia menolong dan menjamin kita. Dalam pelayanan-Nya
setelah pertobatan, Roh Kudus Memenuhi orang percaya dan Menguduskan
kita. Ia menempatkan orang-orang disuatu tempat yang kudus dan mulia.
Dengan menolong orang percaya untuk berdoa, Ia menyelesaikan kasus dan
permasalahan kita di depan Yesus saat menghakimi kita,
Bagaimanakah Roh Kudus Menolong?
Roh kudus diutus
untuk menolong orang untuk menjadi pengikut Kristus. Akan tetapi hal ini
bukanlah hal yang mudah. Ada proses dimana Roh Kudus berperan aktif didalamnya.
Roh Kudus menolong orang-orang yang belum diselamatkan dengan menyatakan dosa
kepada mereka. Dalam tugas ini, Roh Kudus menegur dan menginsafkan, sehingga
manusia sadar akan dosa-dosa mereka, sehingga memungkinkan mereka untuk mencari
keselamatan. Pertama, ia menolong orang untuk melihat dosa mereka. Kedua,
Roh Kudus menolong menuntut orang untuk hidup dalam kebenaran. Ketiga,
Roh Kudus menolong orang untuk datang kepada Kristus dengan cara menginsafkan
mereka akan penghakiman.
Menerima KeAllahan yang Sempurna
Banyak orang telah
mengenal Allah dan berjalan bersama Allah, namun mereka tidak mempedulikan Roh
Kudus dan tidak mau tahu bahwa Roh Kudus dapat menjadikan hidup mereka
sempurna. Mengetahui tentang Roh Kudus merupakan langkah pertama untuk dapat
mengenal Dia dan mengizinkan Dia bekerja dalam kehidupan kita. Berikut beberapa
prinsip dalam menerima keAllahan yang sempurna: 1).Prinsip tentang tempat
kediaman Allah (Yoh 1:14). 2). Prinsip tentang pengertian untuk hidup (Ams
16:9). 3).Prinsip tentang kuasa untuk pelayanan. 4).Prinsip tentang
Penghormatan bagi Allah
BAGIAN 2: PELAYANAN
ROH KUDUS DALAM DIRI ORANG PERCAYA
BAB 2
NAMA-NAMA ROH KUDUS DALAM KARYA PENEBUSAN
Roh Kudus
dalam Karya Penebusan
Roh kudus terlibat
dalam dua aspek Penebusan. Pertama dalam kematian Kristus untuk
melaksanakan penebusan, yang membuat keselamatan menjadi mungkin diterima
manusia (Ibr 9:14). Kedua, Ia terlibat di dalam menarik orang untuk
beriman kepada Kristus (Yoh 16:8-11) dan didalam menggunakan hasil keselamatan.
Karena tugas Roh Kudus yang beraneka segi dalam keselamatan, maka ada banyak
nama yang menjelaskan berbagai aspek pelayanan-Nya yang menyelamatkan.
Nama tersebut
antara lain: Roh yang Kekal, Karunia Allah, suatu Roh Yang Baru, Roh Iman yang
sama, nama-nama Materai, Roh yang menjadikan sebagai Anak Allah, Roh Pengasihan
(Kasih Karunia), Roh Dia yang telah Membangkitkan Yesus, Roh yang Memberi Hidup
dan Saksiku.
Menikmati Nama-Nama Roh Kudus dalam Karya Penebusan
Dalam karya
penebusan, nama-nama Roh Kudus akan mengingatkan kita tentang betapa besar
anugerah Allah dalam Keselamatan. Yang berarti nama-nama Roh Kudus yang
menyelamatkan menjadi sumber kegembiraan dan kenikmatan dalam hidup. Ada
beberapa prinsip yang tersirat dalam nama-nama Roh Kudus yang menyelamatkan.
Prinsip tentang persediaan yang lengkap
Persediaan yang
lengkap yang dimaksudkan adalah “keselamatan”. Dalam keselamatan ada banyak daftar
nama yang mengungkapkan persediaan keselamatan tersebut: untuk kesalahan dan
dosa kita, Ia memberikan pengampunan (Ef 1:7); untuk rasa penolakan kita, Ia
memberikan penerimaan (Ef 1:6); untuk pengasingan kita, Ia menjadikan kita
dekat kepada Allah (Ef 2:13); Ia menggantikan kematian kita dengan kehidupan
(Ef 2:1). Perhambaan kita ditukarkan dengan kebebasan atau kemerdekaan yang
sejati (Gal 5:1); kemiskinan kita digantikan-Nya dengan kekakayaan (Ef 1:3).
Sungguh ada banyak hal yang dapat dinikmati dalam persediaan lengkap yang
diberikan Roh Kudus dalam keselamatan.
Prinsip tentang Jaminan Keluarga
Sebagai keluarga
Allah yang besar dan Agung, ada prinsip dalam nama-nama Roh Kudus yang
menyelamatkan yaitu prinsip tentang jaminan keluarga. Nama-nama tersebut
menyatakan kemampuan Roh Kudus untuk menyelesaikan perkerjaan yang baik dalam
diri setiap orang percaya, dan kuasa-Nya atas segala hal yang mengancam orang
percaya. Sebagai orang percaya yang memiliki kedudukan kekal dalam keluarga
Allah, maka kita harus memotivasi hidup kita dan berbuat sesuai dengan
kehormatan keluarga yang besar dan agung.
Prinsip tentang Identitas Keluarga
Sebagai keluarga
Allah, kita harus kembali pada identitas keluarga. Belajar hidup seperti
keluarga kita. Nama-nama Roh Kudus yang menyelamatkan tersebut menunjukkan keberadaan
diri kita yang telah dibawa masuk ke dalam keluarga Allah dan identifikasi kita
dengan Anak Allah. Setidaknya dalam satu hal, kehidupan Kristen sejati
seharusnya membiarkan Yesus menyatakan kehidupan-Nya melalui kita (Gal 2:20).
Prinsip tentang Bantuan yang Terus-Menerus
Prinsip terakhir
yang kita peroleh dari nama-nama Roh Kudus yang menyelamatkan adalah prinsip
tentang bantuan yang terus-menerus. Meskipun banyak dari nama-nama tersebut
yang berkaitan dengan berbagai macam aspek keselamatan, beberapa diantaranya,
seperti nama penolong, menyatakan bahwa apa yang telah Roh Kudus mulai dalam
keselamatan akan Ia teruskan dalam pelayanan pengajaran dan pendewasaan-Nya
dalam kehidupan kita.
BAB 3
NAMA-NAMA BAGI PEKERJAAN ROH KUDUS DALAM PENDEWASAAN
Tujuan kristus
dalam kehidupan kita sebagai orang kristen, yaitu supaya kita bisa diubahkan menjadi serupa dengan gambaran
Kristus (Rm 8:29). Perubahan ini terjadi melalui pekerjaan Roh Kudus yang
mendewasakan kita. Kata “pengudusan” berarti “dipisahkan” atau dikhususkan.
Dipisahkan dari dunia dan rohani.
Kata pengudusan
digunakan dalam tiga masa; Pertama, orang kristen telah dikuduskan pada
saat mereka diampuni dan dipisahkan bagi Allah dalam keselamatan. Kedua, orang kristen terus-menerus
sedang dipisahkan dari dosa melalui pekerjaan Roh Kudus dalam kehidupan mereka.
Ketiga, orang kristen akan dikuduskan sama sekali pada waktu
pengangkatan atau ketika kita masuk kedalam kehadirat Allah melalui kematian,
dimana pada saat itulah kita terbebas dari dosa.
Nama-nama Roh Kudus yang mendewasakan adalah
nama-nama yang menarik perhatian pada fakta bahwa Roh Kudus berdiam diri dalam
diri orang kristen dan menjadikan kita dewasa. Dewasa yang dimaksud berarti menjadi utuh, sempurna atau lengkap.
Proses pendewasaan ini jelas dalam kehidupan kristen, namun kunci bagi
kehidupan kristen adalah kehidupan Allah yang dinyatakan melalui kehidupan manusia. Hubungan yang erat
dengan Tuhan Allah ini dialami oleh setiap orang kristen ketika ia mulai
belajar memahami Roh Kudus yang mendiami orang percaya.
Nama-Nama Roh Kudus yang Mendiami
Salah satu hasil
Roh Kudus dalam pertobatan kita yaitu bahwa Ia mendiami diri kita. Beberapa
nama Roh Kudus yang menekankan aspek pelayanan-Nya tersebut antara lain:
ü Suatu Roh yang Baru: ketika seseorang mengambil keputusan untuk
menjadi orang kristen, Allah menaruhkan di dalam dirinya suatu Roh yang Baru
yang menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan dalam kehidupannya. Semua
pertumbuhan kedewasaan dalam kehidupan kristen merupakan hasil dari Roh Kudus menyatakan
kehidupan-Nya. Kehidupan baru ini
merupakan kehidupan yang berkemenangan dan dipenuhi Roh.
ü Roh Kasih Karunia: Alkitab menjelaskan bahwa keselamatan terjadi
semata-mata karena kasih karunia (Ef 2:8), dan kasih karunia merupakan sarana
Allah menyampaikan kasih karunia-Nya kepada manusia (Ibr 10:29). Begitu juga
proses pendewasaan bergantung pada pelayanan Kasih Karunia.
ü Roh permohonan: nama Roh Permohonan mengingatkan orang kristen
tentang pentingnya doa dalam proses pendewasaan dalam kehidupan kristen. Roh
Kudus yang mengajar akan menolong kita bertumbuh saat kita membaca Alkitab dan
Roh Permohonan akan menolong kita bertumbuh dalam kehidupan doa kita. Roh
Permohonan berdoa untuk kita saat kita tidak tahu bagaimana harus berdoa.
ü Saksiku: inilah nama Roh Kudus yang keempat yang mendewasakan yaitu
Saksiku (Ay 16:19, Ibr 10:15). Bersama dengan Bapa dan Anak, Roh Kudus
terus-menerus memberikan kesaksian di dalam surga (1 Yoh 5:7). Roh Kudus
memberikan kesaksian tentang keselamatan kita karena apa yang diberikan
Kristus. Tetapi Roh Kudus juga memberikan kesaksian di bumi, tentang
keselamatan kita untuk disampaikan kepada orang yang belum diselamatkan (Yoh
5:8-10).
ü Penolong atau penghibur: nama Roh Kudus yang mendewasakan yang
kelima adalah Penolong Atau Penghibur (Yoh 14:26). Bagian dari pelayanan ini
termasuk dalam menolong kita menjadi orang yang sesuai dengan kehendak Allah.
Penolong mendiami orang percaya untuk membantunya dalam penyesuaian dan
menuntun kita dalam keputusan-keputusan kita.
Kehidupan Allah dalam Kehidupan Manusia
Kehidupan kristen
yang paling inti sesungguhnya adalah kesatuan dan hubungan orang kristen yang
erat dengan Allah. Kesatuan dengan Allah berhubungan dalam keselamatan antara
Allah dan orang kristen, yang terjadi pada saat pertobatan. Dalam hal ini Roh
Kudus terlibat di dalam menolong kita menjadi dewasa dalam Kristus. Hubungan
yang erat dengan Allah seperti gelombang pasang, bisa datang dan pergi.
Hubungan yang erat ini adalah istialah untuk persekutuan dengan Allah. Ada enam
langkah untuk membawa kita kepada persekutuan atau hubungan yang membawa kita sehingga
hal tersebut dapat terjadi:
Langkah pertama
adalah pengetahuan akan Kristus. Memahami aspek-aspek dari
kesatuan dengan Allah yang dimiliki orang percaya merupakan awal terjadinya
suatu hubungan yang erat dan lebih mendalam dengan Kristus. Dengan pengetahuan
seseorang akan menghargai dan mengerti setiap kebenaran.
Langkah kedua adalah pertobatan dari dosa. Pertobatan mencakup
berbalik dari dosa, dan disucikan dari dosa. Dalam pertobatan, orang kristen:
1. Dengan segenap hati mencari dosa yang menghalangi persekutuan dengan Allah;
2. Memohon pengampunan bagi dosa; 3. Memohon kepada Allah agar mengampuni atas
dasar Yesus Kristus; 4. Berjanji untuk sungguh-sungguh belajar dari pengalaman
sehingga tidak mengulanginya kembali.
Langkah ketiga agar dapat menikmati hubungan yanng erat dengan Allah adalah Langkah
iman. Orang kristen menikmati kehidupan yang kebih mendalam dalam
hubungan yang erat oleh karena iman, sama seperti orang menilkmati hidup yang kekal
oleh karena iman.
Langkah keempat
dalam proses itu adalah Penyerahan diri secara total kepada Allah.
Penyerahan diri adalah respon terakhir kepada Allah yang menentukan respon yang
akan datang kepada Allah. Penyerahan awal kehidupan harus diikuti oleh
penyerahan yang lebih kuat tiap-tiap melalui ketaatan terhadap penyerahan
dorongan atau bisikan Roh Kudus dalm kehidupan kita.
Langkah kelima dinyatakan dalam Ketaatan. Sikap penyerahan kepada
Allah dinyatakan dengan sikap ketaatan yang aktif kepada Allah.
Orang yang sungguh-sungguh berserah kepada Allah akan dengan senang hati
melakukan pekerjaan bagi Dia.
Langkah keenam
untuk dapat mengalami hubungan yang erat kepada Allah adalah dengan Menyangkal
diri atau Memikul salib.
Bagaimana Roh Kudus Bekerja untuk Mendewasakan Orang Kristen?
Nama-nama Roh
Kudus yang mendewasakan orang percaya menekankan pekerjaan-Nya dalam menjadikan
kita menjadi serupa dengan Kristus. Roh kudus mendewasakan orang kristen dengan
membantu proses pertumbuhan kita dalam Kristus. Beberapa prinsip umum berikut
menunjukkan bagaimana Ia menolong diri kita menjadi semakin serupa dengan
Krsitus:
Prinsip tentang
pertumbuhan pohon: prinsip ini menunjukkan kepada kita bahwa pertumbuhan
pertama-tama dimulai dari bagian dalam dan kemudian baru menampakkan
pertumbuhannya di bagian luar. Yesus
menggambarkan pertumbuhan kita seperti pokok anggur dan ranting-rantingnya
untuk mendorong kita supaya menghasilkan buah. Roh Kudus mendewasakan orang
kristen dengan terlebih dahulu menghidupkan kehidupan dibagian dalam sehingga
dapat berbuah rohani yaitu buah rohani dalam bentuk karakter kristen.
Prinsip tentang
kasih karunia sebagai kebutuhan utama: dalam proses pendewasaan Roh Kasih
Karunia tak henti-hentinya mencurahkan kasih karunia sebagai kebutuhan utama
untuk setiap langkah dalam proses pendewasaan. Kasih karunia ini diberikan
kepada orang kristen dari hari kehari, tahun ketahun selama Ia mendewasakan
kita.
Prinsip tentang
kemuliaan yang semakin besar (dari kemuliaan kepada kemuliaan): dalam hal
ini proses pendewasaan terjadi dengan pemusatan perhatian orang-orang kristen
kepada kemuliaan Tuhan dan hal ini tidak terlepas dari pelayanan Roh Kudus.
Prinsip tentang
dorongan semangat melalui peneguhan: prinsip keempat ini digunakan oleh Roh
Kudus mengenai dorongan semangat melalui peneguhan. Roh Kudus mengukur kemajuan
pertumbuhan rohani kita dalam Kristus dengan kadang-kadang mengingatkan kita
bahwa ternyata kita sudah banyak berubah. Dengan menyadari perubahan penting
yang harus dibuat dalam hidup kita, kita dapat membangkitkan semangat dalam
pertumbuhan rohani kita.
Prinsip tentang
pertolongan yang selalu tersedia: prinsip pendewasaan ini menyakinkan kita
bahwa dalam pertumbuhan rohani kita, kita tidak pernah bergumul sendirian. Roh
Kudus hidup dalam diri setiap orang kristen dan secara terus-menerus sedang
bekerja dalam hati kita untuk menolong kita menjadi serupa dengan Kristus.
Disamping itu, Roh Kudus akan memberikan penyelesaian atas setiap persoalan
yang Ia izinkan terjadi pada kita.
Nama-nama Roh Kudus dalam mendewasakan orang
percaya memberi tekanan pada tanggung jawab kita sebagai orang kristen utnuk
terus bertumbuh dalam kasih karunia. Namun alangkah jauh lebih baiknya jika
kasih karunia ini kita praktikkan dalam kehidupan, dan perlu peninjauan kembali
pelayanan Roh kudus dalam mendewasakan kehidupan Rohani kita.
BAB 4
NAMA-NAMA BAGI PELAYANAN ROH KUDUS DALAM PENGAJARAN
Dalam pengajaran,
pelayanan Roh Kudus adalah Penerang, Guru, Pribadi yang Mencelikkan Kebutaan
Rohani kita. Roh Kudus sama seperti seorang Guru, yang menolong murid-murid-Nya
dalam mengenal huruf-huruf abjad, demikian juga Roh Kudus menolong bayi-bayi
rohani dalam Kristus mengenal kebenaran kristen yang mendasar, atau menolong
orang-orang percaya yang telah dewasa memahami kehidupan kristen yang lebih
mendalam. Sebutan Guru tampaknya tidak pernah digunakan untuk menerangkan Roh
Kudus, namun demikian Roh Kudus melaksanakan seluruh tugas seorang Guru: Ia membimbing, mengungkapkan,
mengajar, memberitahukan, menunjukkan, memimpin bahkan juga seperti yang
dilakukan seorang guru manusiawi, menegur, membetulkan, menghukum.
Roh Kudus sebagai Guru
Nama-nama Roh Kudus yang digunakan dalam pengajaran yaitu:
v Pengurapan (1 Yoh 2:27); pengurapan digunakan dalam pelayanan Roh
Kudus, dimana Roh Kudus menolong kita dalam membedakan antarra kebenaran dan
kesalahan sewaktu mempelajari Firman Tuhan. Pengurapan Roh Kudus melindungi orang
kristen dari pelajaran negatif atau menyesatkan. Dengan pengurapan-Nya, Roh
Kudus mencelikkan kebutaan rohani manusia dari orang-orang yang pikirannya
telah dibutakan ilah zaman ini. Sehingga kita tidak mengenal prinsip-prinsip
keselamatan, Roh Kudus adalah Guru yang menunjukkan kepaa kita arti Salib
Kristus.
v Roh wahyu; ketika Paulus berdoa agar jemaat di Efesus menerima Roh
wahyu, Paulus memberi penekanan pada pelayanan Roh Kudus dalam pengajaran yang
menunjukkan kepada kita hal-hal yang dapat kita ketahui dari pelayanan-Nya. Roh
Wahyu mengajarkan kepada orang kristen wawasan-wawasan tentang kehidupan, yang
dapat menolong orang kristen mengenal kekuatan-kekuatan yang bekerja dalam
kehidupan orang kristen.
v Roh Kebenaran; sebuah nama lain dari pelayanan Roh Kudus yang
menegaskan karakter pengajaran-Nya yaitu Roh Kebenaran (Yoh 14:17). Sebagai Roh
Kebenaran, maka segala sesuatu yang diajarkan Roh Kudus ditandai dengan
kebenaran. Ini berarti yang diajarkan Roh Kudus benar-benar tepat dan akurat,
dan setiap murid-Nya dapat memiliki keyakinan yang teguh tentang apa yang
diajarkan kepada mereka.
Roh Kudus dalam Proses Belajar
Roh kudus sebagai
Guru yang mengajar tampaknya lebih menekankan pada proses belajar, nama-nama
Roh Kudus dalam hubungannya dengan proses belajar:
Roh Pengertian
(Yes 11:2); Roh Kudus memungkinkan murid-murid-Nya untuk memahami fakta-fakta
yang mendasar tentang Allah dan dunia-Nya. Tujuan utama Roh Kudus dalam
mengajar adalah untuk meningkatkan pengenalan kita akan Allah berdasarkan pengalaman.
Dalam proses belajar Roh Kudus menerangi Alkitab pada saat kita belajar akan
Firman Allah. Roh Kudus menolong
murid-Nya untuk mempelajari dan menerima perkara-perkara Rohani, sehingga kita
sebagai murid-Nya menerima penerangan rohani.
Roh yang Membangkitkan
Kekuatan (2 Tim 1:7); Alkitab memang menjanjikan bahwa Allah telah
memberikan kepada orang kristen “Roh yang Membangkitkan Kekuatan”. Roh Kekuatan
tersebut disampaikan kepada roh kita oleh Roh Kudus, Ia membebaskan orang
kristen dari ketakutan ataupun tekanan-tekanan emosional yang membuat kita
membuat keputusan yang bodoh. Tetapi dengan Roh yang Membangkitkan Kekuatan
memungkinkan kita untuk belajar melalui penerapan rasional dari kebenaran yang
sudah kita ketahui.
Roh Pengenalan
(Yes 11:2); langkah ketiga dalam proses belajar termasuk memperoleh wawasan dan
pengertian dari Roh Pengenalan. Pengenalan atau pemahaman aalah kemampuan
melihat dengan jelas adanya perbeadan-perbedaan yang hampir tak kentara
diantara dua pilihan atau lebih. Oleh sebab itu, inilah peran Roh Pengenalan yang tanpa pertolongan Roh Kudus, mungkin tak
pernah kita miliki. Saat Roh Kudus telah mengajarkan kita pelajaran yang
terdahulu, jadi tentang mengambil keputusan, Ia menolong kita dalam menetapkan
pilihan yang benar dan tepat.
Roh Keahlian
(Kel 28:3); Roh Kudus mengajar kita untuk memandang kehidupan dari perspektif
Allah. Sebagai Roh Pengertian, Roh Kudus menyampaikan fakta-fakta yang Ia
ajarkan dan sebagai, Roh Pengenalan, Ia menolong orang percaya untuk menerapkan
fakta-fakta tersebut dalam kehidupan. Namun dengan Roh Keahlian, orang percaya
mampu untuk secara tepat menerapkan seluruh fakta atau pengertian yang telah
kita pelajari dan Ketahui.
Cara Roh Kudus Mengajar
Meskipun ada
banyak prinsip pengajaran yang bisa diambil dari nama-nama Roh Kudus dalam
proses mengajar, namun perlu kita ketahui beberapa prinsip yang menjelaskann
bagaimana Roh Kudus mengajar kita dan bagaimana kita dapat mengajar orang lain
lebih efektif.
Ø Prinsip tentang Kesiapsediaan
Kesiapsediaan sebagai
suatu prinsip dalam pelayanan pengajaran Roh Kudus dijelaskan dalam cara Ia
menyatakan kehendak Allah. Seperti halnya ketika Roh Kudus menggunakan
waktu-Nya untuk mengajarkan inti dari Alkitab yaitu Keselamatan. Roh Kudus
terlebih dahulu mengajarkan kepada manusia hukum Perjanjian Lama melalui para
nabi yang menunjukkan bahwa kita sesungguhnya memerlukan keselamatan. Namun
pada kenyataannya kita tidak dapat berjalan sesuai dengan hukkum tersebut. Roh
Kudus kemudian mengajarkan melaui para rasul tentang bagaimana menjalani
kehidupan kristen yang sesungguhnya, dalam setiap kejadian, sebuah pelajaran
tidak diajarkan sebelum kesiapsediaan terbentuk terlebih dahulu.
Demikian halnya
ketika kita telah menjadi orang kristen, selama berwaktu-waktu, kita akan
menyadari bahwa Roh kudus mengajar kita dengan sangat baik ketika kita siap
untuk mempelajari kebenaran baru.
Ø Prinsip tentang Keanekaragaman
Seperti halnya
ketika Roh Kudus mengungkapkan kebenaran kepada penulis Kitab Suci dalam cara
yang beraneka ragam, seperti lewat : mimpi, percakapan secara lisan (verbal),
peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan sejarah, dan proses pemikiran yang
rasional. Demikian halnya dalam pengajaran-Nya dalam kehidupan kita, Ia
mengajarkan kebenaran kepada kita dengan beraneka ragam; Ia mengajar saat kita
membaca Alkitab, mendengar sebuah khotbah. Dalam kesempatan lain, Ia mungkin
mengijinkan keadaan tertentu yang kita alami dalam kehiupan untuk mengajarkan
kepada kita pelajaran-pelajaran yang sangat penting. Kadang-kadang Ia berbicara
melalui nasihat orang lain, bahkan dalam kesempatan lain Roh Kudus mungkin
menggunakan bacaan rohani, siaran radio, televisi Kristen untuk mengajarkan
kepada kita apa yang Ia kehendaki untuk kita ketahui.
Ø Prinsip tentang Peninjauan Kembali
Pengulangan atau
peninjauan kembali merupakan kunci untuk belajar. Peninjauan kembali yang
digunakan Roh Kudus dalam pelayanan pengajaran-Nya sangat jelas kelihatan dalam
kehidupan kristen. Hal-hal tertentu yang dulu pernah diajarkan kepada kita oleh
Roh Kudus dalam kehidupan kita sering pada-pada waktu tertentu diulang lagi di
sepanjang kehidupan kristen kita. Pelajaran-pelajaran yang lebih dulu tersebut
juga menjadi dasar bagi kebenaran baru yang akan diajarkan berikutnya.
Ø Prinsip tentang Garis Perbatasan
Akhirnya, prinsip
tentang garis perbatasan mengingatkan kita bahwa pelayanan Roh Kudus dalam
mengajar tak akan ada hentinya di sepanjang kehidupan kita. Nama-nama Roh Kudus
dalam mengajar mengingatkan kita akan suatu pelayanan Roh Kudus yang sangat
penting dalam kehidupan kita sekarang ini. Respon kita terhadap nama-nama
tersebut seharusnya dua kali lipat.
Pertama, jika Roh Kudus
sedang mengajar, kita seharusnya ingin sekali belajar. Dengan mempelajari
pelajaran-pelajaran yang Ia ajarkan, akan menghasilkan suatu kehidupan yang
diubahkan.
Kedua, dengan
memahami bahwa Roh Kudus seringkali mengajar secara tidak langsung melalui
orang lain, kita seharusnya bersedia untuk menjadi suatu bagian dari pelayanan
pengajaran-Nya dalam kehidupan orang lain, sehingga kita mampu mempelengkapi
diri kita untuk mengajarkannya kepada orang lain (2 Kor 1:4; 2 Tim 2:2).
Nama-nama Roh Kudus dalam mengajar merupakan undangan atau daya tarik bagi kita untuk belajar bagi diri kita sendiri dan
sekaligus menjadi motivasi atau dorongan yyang kuat bagi kita untuk mengajar
orang lain.
BAB 5
NAMA-NAMA YANG
MENERANGKAN IDENTITAS ROH KUDUS
Roh Kudus adalah Pribadi
Roh Kudus sebagai
Pribadi ketiga dari Tritunggal ternyata belum begitu dipahami oleh orang-orang
kristen, dan penulis menuliskan beberapa kekeliruan yang
ia peroleh dari dua kelompok guru/pengajar yang berbeda pada masa
kini. Pertama, para teolog
liberal akan mengakui bahwa Roh Kudus mungkin adalah suatu realitas, tetapi
kegagalan mereka untuk menerima Alkitab sebagai Firman Allah yang diilhami dan
sepenuhnya benar (tidak mungkin salah) menyebabkan mereka menganggap Roh Kudus
sebagai Pribadi dalam mitologi. Kedua, beberapa bidat yang radikal,
seperti Saksi Yehova, mengingkari kepribadian Roh Kudus dan hanya menganggap Dia sebagai suatu
pengaruh belaka.
Istilah identitas
bagi Roh Kudus yang menekankan kepribadian-Nya adalah kata ganti “Ia atau Dia”
(Yoh 14:17; 16:13). Kata ganti orang biasanya memang tidak dapat ditujukan
sebagai sebuah nama yang memiliki arti penting, namun dalam hal ini, kata ganti
maskulin “Ia atau Dia” ini sangatlah
penting untuk menunjukkan kepada Roh Kudus.
Alkitab
menyebutkan “kalau Ia datang” untuk memperkenalkan Roh Kudus dalam Yohanes
16:8. Ketegasan Yohanes menggunakan kata ganti maskulin ekeinos juga
menunjuk pada Roh Kudus, yang menekankan kepribadian Roh Kudus. Dan karena Roh
Kudus adalah Pribadi, maka kata ganti maskulin digunakan untuk diri-Nya sama
seperti kata ganti maskulin yang digunakan untuk Allah Bapa dan untuk Yesus.
Ketika Yohanes
menggunakan kata ganti tersebut untuk menggambarkan Roh Kudus, hal itu
sama sekali bukan karena kesalahan dalam menulisnya. Roh Kudus adalah Pribadi,
sebagaimana yang ditunjukkan di seluruh Alkitab. Ada berbagai macam sifat dan
tindakan dari kepribadian yang dihubungkan dengan Roh Kudus.
Kepribadian-Nya secara tidak langsung menyatakan adanya
sifat-sifat atau atribut-atribut tertentu: intelek, emosi atau perasaan, dan
kehendak atau kemauan yang keras. Paulus menekankan kemampuan intelektuak yang
dimiliki Roh Kudus dalam mengetahui segala sesuatu (1 Kor 2:11). Aspek
emosional yang dimiliki Roh Kudus juga sangat jelas dinyatakan dalam Alkitab.
Paulus menjelaskan emosi-emosi positif yang dimiliki Roh kudus ketika Ia
menyebutkan “kasih Roh” (Rm 15:30). Ia juga berbicara tentang kemampuan Roh
untuk merasakan atau berempati atas pergumulan-pergumulan emosional dalam batin
kita( Rm 8:26).
Salah satu emosi
negatif yang dimiliki Roh Kudus, yatu bahwa Ia bisa berdukacita: “ dan
janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah” (Ef 4:30). Yesaya menyebutkan sebuah
contoh tentang bagaimana Israel “memberontak dan mendukakan Roh Kudus-Nya (Yes
63:10). Roh Kudus mempunyai kemampuan untuk memberikan respons secara emosional
terhadap setiap pikiran dan pengalaman yang dihadapi-Nya.
Roh Kudus memiliki
kemampuan untuk berkehendak dan kemampuan untuk membuat keputusan-keputusan.
Dalam pembicaraan karunia-karunia rohani kepada jemaat di Korintus, Paulus
menggunakan nama “Roh yang sama” sebanyak lima kali (1 Kor12:4-11) didalam
menjelaskan pilihan bebas yang dimilki Roh Kudus untuk membagi-bagikan karunia
yang bermacam-macam kepada orang percaya yang tidak sama.
Ditempat lain
dalam Alkitab, Roh Kudus juga digambarkan sebagai yang Mengajarkan (Yoh 14:26),
Bersaksi (Yoh 15;16), Menuntun (Rm 8:4), Berkata-Kata (1 Kor 2:13), Menerangi (Yoh
16:13), Berjuang (Kej 6:3), Memerintah (Kis 8:29), Berdoa Syafaat (Rm 8:26),
Mengutus Para Pekerja (Kis 13:4), Memanggil (Why 22:17), Menghibur (Yoh 16:7),
Dan Bekerja (1 Kor 12:11). Semua tindakan tersebut tidak dapat dikerjakan hanya
oleh suatu pengaruh atau kekuatan belaka. Hanya Pribadi yang rasional,
emosional dan aktif sajalah yang dapat mengerjakan segala hal tersebut, dan
Alkitab mengajarkan bahwa Roh Kudus-lah yang mengerjakan semua itu.
Roh Kudus adalah Allah
Nama-nama
identitas Roh Kudus juga menyatakan sifat keilahian-Nya. Nama-nama yang
menunjuk pada Roh Kudus seperti Allah, Roh Alllah, Napas Yang Maha Kuasa, Suara
Allah, Roh yang Berasal dari Allah, Tuhan, Roh Tuhan dan Kemuliaan Tuhan,
semuanya cenderung menegaskan keallahan Roh Kudus.
Dalam Perjanjian Lama ada beberapa nama-nama Roh Kudus yaitu;
1.
Roh
Kudus sebagai Elohim/Allah: beberpa nama identitas Roh Kudus menghubungkan
diri-Nya pada Elohim, sebuah nama bagi Allah dalam PL yaitu, Nafas Allah (Ayb
23:3), Kuasa Allah (Luk11:20), Kepenuhan Allah (Ef 3:9). Nama Elohim dalam
Perjanjian Lama, yang biasanya diterjemahlkkan “Allah” adalah nama bagi Allah yang benar-benar paling lazim
digunakan dalam Alkitab. Nama ini berasal dari kata Ibrani El, yang artinya
“Pribadi yang Perkasa”. Oleh sebab itu, Elohim adalah Pribadi yang Perkasa yang
menyatakan diri lewat Firman-Nya.
2.
Roh
Kudus sebagai Jehovah/Tuhan: beberapa nama Identitas Roh kudus menghubungkan
diri-Nya pada nama Jehovah, sebuah nama lainnya dalam PL untuk Allah yaitu:
Nafas Tuhan (Yes 40:7), Tuhan (2 Kor 3:17), Roh Tuhan (Hak 3:10). Nama Jehovah,
yang dalam Alkitab LAI ditulis dengan Tuhan, berarti “Pribadi yang ada dengan
Sendirinya”. Jehovah memperkenalkan diri-Nya sebagai “AKU ADALAH AKU” (Kel
3:14). Identitas Roh kudus yang dihubungkan dengan Jehovah, menekankan pada
peranan yang dimiliki Roh Kudus dalam hubungan kita dengan Allah.
3.
Roh
Kudus sebagai Shekinah/Kemuliaan: Shekinah kemuliaan Allah adalah suatu
penyataan Diri dari kehadiran Allah ditengah-tengah umat-Nya. Apabila nama-nama
Roh Kudus menghubungkan diri-Nya dengan Shekinah kemuliaan Allah, itu berarti
merupakan suatu pengingat akan sifat keilahian-Nya. Nama-nama tersebut secara
tidak langsung menyatakan tentang pelayan Roh Kudus didalam memimpin dan
melindungi kehidupan orang percaya.
4.
Roh
Kudus sebagai Shaddai/Yang Mahakuasa: arti nama ini “beristirahat atau
pemelihara”. Walaupun nama Allah El Shadaii dalam Perjanjian Lama biasanya
diterjemahkan “Allah Yang MahaKuasa” (Kej 17:1-2), nama ini juga berarti “Allah
yang Mencukupi Segala Sesuatu”. Karakteristik dari kekuatan dan kemampuan Roh
Kudus dalam menyediakn atau memenuhi segala kebutuhan kita melekat pada nama Shaddai.
5.
Roh
Kudus sebagi El Elyon/Yang Mahatinggi: nama-nama identitas Roh Kudus yang
menghubungkan diri-Nya dengan El Elyon menekankan kekuasaan yang dimiliki Roh
Kudus atas segala ciptaan-Nya. Dan secara tidak langsung menyatakan pengertian
bahwa Roh Kudus mengatasi segala kuasa apa pun
yang dimiliki roh-roh lain di dunia ini. Yang menjadi peringatan kepada
orang kristen bahwa kita merupakan bagian dari suatu peperangan rohani antara
Allah dan Iblis.
Mengembangkan Hubungan Anda dengan Roh Kudus
Setelah kita
memahami nama-nama bagi Roh Kudus yang menekankan identitas, kepribadian dan
keallahan-Nya maka sebagai orang kristen harus berusaha untuk mengembangkan
hubungan kita dengan Dia. Dan dalam mengembangkan hubungan ini deperlukan
prinsip agar kita bisa menjalin hungan tersebut:
Prinsip integritas, merupakan suatu bagian yang penting dalam membangun hubungan
yaitu bersikap jujur dan terbuka di dalam hubungan yang kita miliki dengan
orang lain, demikian dengan Roh Kudus, kita harus berkomitmen dalam hubungan
kita dengan Roh Kudus dengan sungguh-sungguh bersikap jujur dihadapan Allah di
dalam segala sesuatu yang kita lakukan.
Prinsip tentang
keterbukaan, mengenai
prinsip keterbukaan ini, sebagai orang kristen kita harus memberikan diri kita
untuk dibimbing oleh Roh Kudus, bukan melakukan apa yang diperbuat Ananias dan
Safira yang menentang Roh Kudus. Oleh
sebab itu dalam menjalin hubungan dengan Roh Kudus kita harus selalu waspada
jangan sampai menentang Roh Kudus dalam kehidupan kita.
BAB 6
GAMBARAN-GAMBARAN TENTANG ROH YANG DIBERIKAN
OLEH ALLAH BAPA
Janji Bapa
Yesus
menggambarkan Roh kudus sebagai “Janji Bapa-Ku” (Luk 24:49) dan “Janji Bapa”
(Kis 1:4). Dalam hal ini, Roh Kudus dijelaskan dalam konteks pengajaran
profetis tentang datangnya Roh Kudus dalam zaman ini. Janji tentang Roh kudus
ini sangatlah penting dalam konteks Perjanjian Lama dimana janji itu diberikan
(Yoel 2:28). Pelayanan Roh Kudus sebagin besar merupakan persiapan dalam
Perjanjian Lama. Dan baru dalam masa Perjanjian Barulah realitas kehadiran Roh
Kudus yang tak kunjunghilang diwujudkan dan pelayanan Roh Kudus yang terus
menerus dalam kehidupan orang percaya.
Dalam pelayanan
Roh Kudus dalam Perjanjian Lama dan Baru ada beberapa perbedaan yang menonjol.
Pelayanan Roh Kudus di masa Perjanjian Lama terbatas dalam tujuan, maksud,
pengaruh atau akibat dan kualitasnya yang artinya pelayanan Roh Kudus dalam
Perjanjian Lama tiak memiliki kontinuitas. Namun sebagai “Janji Bapa” pelayanan tersebut menyatakan adanya suatu
kelanjutan atau kesinambungan dari Roh Kudus di masa Perjanjian Lama ke dalam
Perjanjian Baru, tetapi dengan suatu cara yang lebih luas dan konsisten.
Prosesi Roh Kudus
Para teolog telah
menggunakan istilah “Prosesi” untuk menjelaskan bagaimana Bapa dan Yesus
berhubungan dengan Roh Kudus. Prosesi yang dimaksud adalah proses yang terus
menerus. Dalam hal ini, Roh kudus sebagai yang datang terus-menerus bekerja
agar dapat melayani dan memenuhi segala
kebutuhan yang khusus dalam kehidupan kita. Prosesi tentag Roh Kudus ini
menunjukkan tentang kasih yang begitu besar yang dimiliki Bapa Surgawi kita
terhadap anak-anak-Nya, dan hendaknya Prosesi Roh Kudus ini menjadi pengingat
bagi kita akan Kasih yang kekal yang dimiliki Bapa.
Roh Bapamu
Roh Kudus juga dijelaskan denngan sebutan “Roh Bapamu” (Mat 10:20).
Roh Bapamu menjelaskan Roh Kudus sebagai Pribadi yang memiliki hakikat sama dengan
yang dimiliki Allah Bapa. Segala sesuatu yang benar dalam karakter Allah Bapa
yang sangat esensial, benar juga dalam Roh Bapamu. Segala sesuatu yang Allah
Bapa kerjakan bagi keluarga Allah, juga Roh
Bapamu kerjakan bagi orang percaya.
BAB 7
HUBUNGAN ANTARA ROH DAN YESUS
Sama seperti
nama-nama tertentu yang menunjuk pada Roh Kudus menekankan hubungan-Nya dengan
Allah Bapa, demikian pula nama-nama lain bagi Dia cenderung untuk menggambarkan
hubungan-Nya dengan Yesus. Beberapa nama lain yang digunakan oleh para rasul
untuk menggambarkan hubungan antara Roh kudus dengan Yesus adalah: Roh Kristus,
Roh Yesus Kristus, Roh Anak-Nya dan Penolong. Mengenai hubungan dengan Roh
Kudus dengan Yesus, dengan nama Penolong mungkin semua nama Roh Kudus dapat
diringkaskan dengan nama ini. Roh Kudus bisa dianggap penolong dalam tiga
pengertian. Pertama, Ia disebut “seorang penolong yang lain” (Yoh
14:16), dalam hal ini Dia mengikuti Yesus yang juga menggunakan nama yang sama
tersebut (1 Yoh 2:1). Kedua, Ia menunjukkan diri-Nya sebagai Penolong
yang setia sepanjang kehidupan Yesus di bumi. Ketiga, Ia dijanjikan
sebagai Penolong yang menolong kita pada masa sekarang dalam kehidupan Kristen
kita.
Penolong dalam Kehidupan Yesus Kristus
Paling sedikit Roh
Kudus terlibat dalam tujuh aspek dari kehidupan Yesus di muka bumi maupun
pelayanan-Nya kepada orang banyak. Pertama, Roh Kudus terlibat dalam
proses kelahiran Yesus oleh perawan Maria (Luk 1:35). Kedua, Roh Kudus
terlibat dalam proses pendewasaan Yesus saat Ia bertumbuh menjadi dewasa (Luk
2:40,45). Ketiga, pelayan Yesus kepada orang banyak dimulai dengan
turunnya Roh Kudus keatas diri-Nya pada waktu Baptisan-Nya (Luk 3:21-21). Keempat,
Yesus melayani dalam kuasa dan pengurapan Roh Kudus (Luk 4:14,18). Kelima,
Yesus mengaitkan mukzijat-mukzijat yang dilakukan-Nya dengan pekerjaan Roh
Kudus (Mat 12:28). Keenam, Yesus dibangkitkan dari antara orang mati
oleh Roh Kudus (Rm 8:11). Terakhir, Roh Kudus terlibat dalam pemulihan
Yesus sesudah kebangkitan-Nya (Yoh 16:14).
Dalam Perjanjian
Baru ada lima ungkapan berbeda yang digunakan untuk menggambarkan hubungan
antara Yesus dan Roh Kudus selama pelayanan Yesus. Pertama, Yesus
dipimpin atau dibawa oleh Roh (Luk 4:1). Kedua, Ia dipenuhi dengan Roh
Kudus (Luk 4:1). Ketiga, Ia diurapi oleh Roh (Luk 4:18). Keempat,
Ia diberi kuasa oleh Roh Kudus (Mat 12:28). Kelima, ia bersukacita atau
bergembira dalam Roh (Luk 10:21). Tiap-tiap ungkapan ini menyatakan suatu
hubungan yang menolong dengan Roh Kudus.
Penolong dalam Kehidupan Kristen
Roh kudus bekerja
secara aktif di dunia pada masa sekarang ini. Pada saat seseorang diselamatkan,
ada banyak hal yang terjadi dalam kehidupan orang yang bersangkutan antara
lain: orang itu dilahirkan kembali oleh Roh Kudus, didiami oleh Roh Kudus,
dimeteraikan dengan Roh kudus, dan banyak hal lainnya. Pelayan Roh Kudus dalam
kehidupan kita berhenti pada saat pertobatan, melainkan Ia terus bekerja lebih
jauh lagi.
BAB 8
GAMBARAN-GAMBARAN TENTANG KARAKTER ROH
Nafas Kehidupan
Pada saat Roh
Kudus digambarkan sebagai Nafas Kehidupan (Why 11:11) atau Roh yang memberi
Hidup, nama-nama ini menekankan hakikat Allah yang keberadaan-Nya ada dengan
sendirinya.
Roh yang Kekal
Roh yang kekal
dalam Ibrani 9:14, berarti bahwa, sebagai Allah, Roh Kudus tidak memiliki awal
dan akhir. Hanya Allah sajalah yang “dari selama-lamanya sampai selama-lamanya”
(Mzm 90:2).
Roh yang Mengadili
Nama Roh yang
Mengadili (Yes 4:4) juga menunjukkan suatu karakter Roh Kudus yang esklusif
milik Allah-kemampuan untuk membuat keputusan yang bebas atau independen. Atau dengan kata lain, Roh yang Mengadili
dapat membuat keputusan-keputusan yang benar dan tepat di dalam penilaian tanpa
perlu bersandar pada standard eksternal.
Karakter yang Dipancarkan Kembali dalam Diri Orang Kristen
Beberapa ciri-ciri
karakter yang dimiliki Roh Kudus yang menyatakan karakteristik yang sepenuhnya
berlaku bagi Allah, juga menunjukkan karakter yang dipancarkan kembali kedalam
kehidupan orang kristen. Yaitu: Roh yang Rela(Mzm 51:14), Roh-Mu yang Baik (Neh
9:20), Roh Kudus (Rm 1:4), Roh Kasih Karunia (Zakh 12:10), Roh Kebenaran (Yoh
14:17), Roh Keahlian/Pengenalan (Yes 11:2; Kel 28:3), Roh yang Teguh (Mzm
51:2).
BAGIAN IV: PEKERJAAN ROH KUDUS YANG UMUM
BAB 9
NAMA-NAMA ROH KUDUS DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KEPENUHAN DENGAN
KEPENULISAN ALKITAB
Roh Kudus dan Alkitab
Alkitab adalah
Firman Allah, yang diilhamkan kepada manusia. Yang berarti para penulis
kitab-kitab diangkat Allah untuk menulis diluar kemampuan mereka. Ketika Allah mengilamkan Alkitab, Ia
menyatukan Roh Kudus dengan roh-roh dan kata-kata para penulis Alkitab. Saat
kita membaca Alkitab, kita menerima pesan yang sempurna, memasukkannya dalam
pikiran kita, kedalam hati kita, karena perkataan yang terdapat dalam Alkitab
adalah perkataan Allah dan Roh-Nya. Dan pada waktu penulis menulis, mereka
sebenarnya sedang menuliskan kata-kata yang ingin disampaikan Roh Kudus.
Bagaimana Roh Kudus dapat Menuliskan Kitab Suci?
Pewahyuan adalah
tindakan Allah untuk memberikan pengetahuan atau pengenalan tentang diri-Nya
kepada manusia, dan tanpa pewahyuan tersebut manusia tidak akan dapat mengenal diri-Nya.
Pengilhaman adalah bimbingan supernatural yang diberikan Roh Kudus kepada para
penulis kitab suci, dan dengan cara demikianlah mereka menulis Firman Allah
yang Ilahi, dengan menuliskannya secara tepat dan dapat dipercaya. Dan semua
tindakan-tindakan Allah tersebut dikerjakan oleh Roh Kudus.
Ada beberapa nama
yang dihubungkan dengan penulisan kitab suci: Roh Allah yang Kudus, Roh Wahyu,
Angin, Karunia (Roh) Nabi-nabi, Roh Nubuat, Roh Kebenaran
Bagaimana Roh Kudus Menolong Kita Memahami Kitab Suci?
Roh kudus tidak
hanya menulis Alkitab, tetapi Ia juga terlibat di dalam menolong kita untuk
dapat memahami apa yang telah Ia tulis.
Pelayanan Roh Kudus ini disebut sebagai Pengilhaman, yang memungkinkan kita
untuk memahami dan menerapkan pesan Rohani dari Alkitab. Ada beberapa nama-nama
yang menunjukkan pertolongan Roh Kudus di dalam memahami ayat-ayat kitab suci
antara lain: pengurapan (1Yoh 2:10), Kepenuhan Allah (Ef 3:19).
Bagaimana Membaca dan Memahami Buku Karya Roh Kudus?
Agar dapat
memahami Kitab Suci sebagai buku dari Allah, ada empat prinsip yang ditekankan:
Prinsip tentang Penulis/Allah:
prinsip pertama sebagai pedoman di dalam membaca Alkitab kita harus tahu siapa Penulisnya,
yang tentu saja adalah Allah. Alkitab adalah buku yang harus dimengerti secara
rohani, dan sebelum kita mendengarnya dari Allah, ambillah waktu khusus untuk
secara sadar dan sungguh-sungguh menyerahkan diri kita kepada Allah. Mohonlah
kepada-Nya agar Ia membuat apa yang akan kita baca menjadi nyata dalam
kehidupan kita. Dan pada saat kita membaca Alkitab, sebagai orang kristen kita
harus sungguh-sungguh berserah, dengarkanlah dengan penuh perhatian suara Allah
melalui ayat-ayat yang kita baca. Biarkan Allah berbicara melalui Firman-Nya,
dan biarkan Firman-Nya mengerjakan maksudnya dalamim 3:16).
Prinsip tentang Penulis/Guru:
prinsip ini menyatakan bahwa orang kristen seharunya membaca Alkitab sama
seperti para murid membaca buku teks guru mereka. Ini secara tidal langsung
menyiratkan beberapa hal: bacalah Alkitab sebelum membaca buku-buku tentang
Alkitab, bacalah Alkitab dengan perhatian yang sepenuhnya ( renungkan setiap
Firman Tuhan dan biarkan menjadi suatu bagian dari diri kita), perhatikan
dengan teliti kata-kata yang digunakan Roh Kudus untuk menulis buku-Nya, terakhir
bacalah Alkitab untuk memahami apa yang sedang Alkitab katakan.
Prinsip tentang Penulis/Sahabat:
prinsip tentang Penulis/Sahabat menunjukkan bahwa cara kita membaca dan mempelajari Alkitab secara pribadi
diperkuat oleh hubungan pribadi kita dengan Roh Kudus. Pertama, karena
Alkitab sebagai buku yang ditulis Sahabat kita, maka kita akan merencanakan
untuk membaca beberapa bagian setiap hari. Kedua, kita semestinya
membaca buku karya Sahabat kita secara sistematis, untuk memastikan kita
membaca seluruhnya dan sungguh-sungguh mengerti apa yang Ia tulis. Ketiga,
apabila kita membaca Alkitab sebagai buku yang ditulis Sahabat, kita cenderung
untuk membacanya dan mengizinkan pengenalan kita yang mendalam terhadap sahabat
kita mewarnai apa yang kita baca.
Prinsip tentang Penulis/Penolong:
prinsip tentang Penulis/Penolong menunjukkan bahwa, saat kita mengalami
pelayanan Roh Kudus yang emnolong dalam kehidupan kita, kita seharusnya
didorong untuk membaca Alkitab dengan tujuan untuk diterapkan dalam kehidupan
kita. Saat membaca Alkitab, ajukan pertanyaan berikut ini kepada diri kita
sendiri:
·
Adakah
suatu perintah tertentu untuk ditaati?
·
Adakah
suatu janji tertentu untuk dikalim?
·
Adakah
suatu dosa tertentu untuk dihindari atau dijauhi?
·
Adakah
suatu doa tertentu untuk dipanjatkan?
·
Adakah
suatu tantangan tertentu untuk diterima?
Seorang penulis
menulis sebuah buku dengan harapan agar bukunya tersebut dibaca. Dan dalam
membaca Alkitab juga, dengan memahami penulisnya dapat mempengaruhi pemahaman
tentang isi buku tersebut. Roh Kudus menulis Alkitab dengan maksud mempengaruhi
kehidupan kita.
BAB 10
NAMA-NAMA ROH KUDUS DALAM PENCIPTAAN
Roh Kudus Sebagai Pencipta
Peran Roh Kudus
sebagai pencipta, secara tidak langsung dinyatakan dalam Kejadian 1:2, dengan
menunjuk pada “Roh Allah”. Meskipun nama Roh Kudus secara tidak langsunng
menyatakan tindakan-Nya sebagai Pencipta, ada empat nama yang secara khusus
bisa dipandang sebagai nama-nama ringkasan yang menekankan karya
penciptaan-Nya. Pertama,Merpati yang Mengerami. Kedua, Jari Allah. Ketiga,
Suara Tuhan. Keempat, Nafas Kehidupan.
Karya Roh Kudus dalam Penciptaan
Keterlibatan Roh
Kudus dalam dalam penciptaan menghasilkan keteraturan, rancangan, keindahan dan
kehidupan ciptaan itu sendiri. Peranan-Nya yang tetap terus kreatif menjamin
pemeliharaan ciptan di masa sekarang dan juga dimasa yang akan datang.
Ø Penciptaan Keteraturan
Sebutan pertama
dalam Alkitab bagi Roh Kudus dalam Alkitab menjelaskan perawatan-Nya terhadap
dunia yang pada awalnya kacau-balau dan kemudian menjadikannya teratur (Kej
1:2; Yes 40:12-14).
Ø Penciptaan Rancangan
Roh Kudus rupanya
juga bertanggung jawab atas rancangan dalam penciptaan (Ayb 26:13). Tujuan Roh
Kudus adalah membawa kemuliaan bagi Allah (Yoh 16:14). Roh Kudus menyelesaikan
tujuan-Nya dalam rancangan penciptaan sebab “langit menceritakan kemuliaan
Allah” (Mzm 19:2).
Ø Penciptaan Keindahan
Pernyataan Ayub
dalam Ayb 26:13 secara tidak langsung juga menyatakan tanggung jawab Roh Kudus
terhadap keindahan penciptaan.
Ø Penciptaan Kehidupan
Roh Kudus sebagai
“Nafas Kehidupan” juga bertanggung jawab atas penciptaan kehidupan manusia (Ayb
33:4).
Ø Pemelliharaan Penciptaan
Keterlibatan Roh
Kudus dalam penciptaan bukan berhenti pada penciptaan semula, tetapi terus
berlangsung hingga pada pemeliharaan ciptaan. Mzm 104:29-30, menyatakan bahwa
pemeliharaan Roh Kudus dibumi tetap berlangsung, karena jika Roh Kudus
menghentikan Karya-Nya ini, maka kematian dan kebinasaan akan segera terjadi.
Ø Pembaharuan Ciptaan
Aspek terakhir
dari karya Roh kudus dalam penciptaan menyangkut pembaharuan ciptaan pada
akhirnya saat kedatangan Kristus (Rm 8:21). Dalam hal ini Roh Kudus terlibat
dalam pembaharuan untuk mengubah orang menjadi ciptaan baru pada saat
pertobatan (2 Kor 5:17), dan untuk terus-menerus mengubah orang yang telah
bertobat (Flp 1:6). Pembaharuan ini merupakan bagian dari pengharapan orang
Kristen yang akan digenapi saat kedatangan Kristus.
Karya Penciptaan Kembali yang Dikerjakan Roh Kudus dalam Kehidupan
Kita
Dalam hal ini yang
dimaksud dengan Karya Penciptaan Kembali adalah “ketika kita telah menerima
Kristus” (2 Kor 5:17). Dalam hal ini ada beberpa prinsip yaitu; Pembaharuan
Rohani, Standar-standar Rohani, Pedang Roh, Pimpinan Roh, Campur Tangan Roh.
BAB 11
PELAYANAN ROH KUDUS YANG TERATUR
Tujuh gambaran yang umum:
1.
Roh
Jalan Masuk (Ef 2:18), peranan-Nya di dalam menolong kita berdoa
2.
Roh
yang Mendiami (Ef 2:22), kehadiran-Nya dalam diri orang percaya. Hal-hal yang
diberikan Roh Kudus yang mendiami: kehidupan kekal, suatu sifat baru, kehidupan
rohani, keinginan atau hasrat baru, buah roh, kasih dan jaminan.
3.
Roh
Kuasa/Kekuatan (Ef 3:16), pertolongan-Nya kepada kita untuk melaksanakan
kehendak-Nya
4.
Roh
Kesatuan (Ef 4:3), peranan-Nya didalam mewujudkan kesatuan bagi orang-orang
percaya
5.
Roh
yang Menghasilkan Buah (Ef 5:9), peranan-Nya didalam menjadikan orang-orang
percaya efektif
6.
Roh Kepenuhan(Ef
5:18), peranan-Nya didalam memberikan kepada kita kemampuan didalam pelayanan
kita. Kepenuhan Roh; terjadi berulang-ulang, untuk pelayanan dan hidup kudus, merupakan pengalaman,
disediakan bagi semua orang percaya, untuk memperoleh kuasa dalam pelayanan dan
kehidupan.
7.
Roh
Kemenangan (Ef 6:17-18), peranan-Nya didalam menolong kita untuk menang dalam
peperangan.
Perbuatan-perbuatan yang Mendukacitakan Roh
1.
Menghujat
Roh Kudus (Mat 12:31-32; Luk 12:10), menolak Yesus kristus
2.
Berdusta
pada Roh Kudus (Kis 5:4,9), menipu Allah
3.
Menghina
Roh kudus (Ibr 10:29), menunda keselamatan
4.
Melawan
Roh Kudus (Kej 6:3, Kis 7:51), menolak kehendak Allah
5.
Memadamkan
Roh Kudus (1 Tes 5:19), menjadikan Roh tidak berpengaruh dalam kehidupan anda
BAB 12
NAMA-NAMA KEBANGUNAN ROHANI BAGI ROH KUDUS
Nama-nama Kebangunan Rohani
1.
Berkat-Ku
(Yes 44:3; Mzm 24:5; 133:3, Mat 3:10), peranan-Nya dalam mencurahkan berkat
Allah kepada orang-orang percaya.
2.
Kepenuhan
Allah (Ef 3:19), peranan-Nya di dalam menyadarkan orang-orang percaya akan
hadirat Allah. Akkibat Hadirat Allah dalam Kebangunan Rohani:
Orang-orang Percaya ......
a.
Mengharapakan
agar Allah bekerja (iman)
b.
Digerakkan
utnuk lebih banyak berdoa
c.
Dimotivasi
untuk melakukan pekerjaan yang baik
d.
Mencari
sendiri dosa mereka sampai ketemu
e.
Bertobat
dan menyucikan diri mereka
f.
Mempersembahkan
pujian bagi Allah
3.
Kemuliaan
Tuhan (2 Kor 3:9), peranan-Nya di dalam menjadikan orang-orang percaya semakin
serupa dengan Allah
4.
Roh
yang Memberi Hidup (Rm 8:2), peranan-Nya di dalam menghidupkan kembali
kehidupan rohani yang telah lemah atau mati
5.
Roh
Kuasa/Kekuatan (2 Tim 1:7), peranan-Nya di dalam memberikan kuasa/kekuatan
kepada orang-orang percaya untuk pelayanan
Nama-nama Pencurahan
1.
Nama-nama
Hujan, pencurahan-Nya atas suatu kelompok
Nama bagi Roh Kudus ini dikaitkan
dengan gambaran Roh yang membasmi bumi. Nama-nama deskriptif tersebut antara
lain: “embun” (Hos 14:6), “hujan lebbat keatas tempat yang kering” (Yes 44:3),
“mata air” (Yoh 4:14), “hujan yang turun keatas padang rumput” (Mzm 72:6),
“aliran-aliran air hidup” (Yoh 7:38), “dirus hujan yang menggenangi bumi” (Mzm
72:6) dan “air” (angi bumi” (Mzm 72:6) dan “air” (Yes 44:3).
2.
Pengurapan,
pencurahan-Nya atas individu
Sebuah nama kebangunan rohani yang lainnya yang disandang
Roh Kudus adalah “Pengurapan” (1Yoh 2:27). Menurut peraturan imamat Lewi, ada
dua pengurapan yang dilakukan: pengurapan darah (Im 14) dan pengurapan minyak
(Im 8).
Tujuh Langkah Menuju Suatu Pencurahan Roh Kudus
Prinsip tentang
kerinduan: ini adalah prasyarat utama untuk terjadinya kebangunan rohani,
karena Allah sendiripun tidak pernah mendatangkan kebangunan rohani kepada
setiap orang yang tidak merindukan terlebih dahulu akan suatu kebangunan rohani
dan/atau hasil-hasil kebangunan rohani (Yes 44:3).
Prinsip tentang Doa:
Doa yang penuh kuasa adalah
suatu prasyarat terjadinya kebangunan rohani (Zakh 10:1; band. Yoel 2:23; Yak
5:7). Doa yang penuh kuasa tidak dapat dipisahkan dalam sejarah kebangunan
rohani.
Prinsip tentang
Pertobatan: Prasyarat
mengenai Pertobatan adalah prasyarat dalam kebangunan rohani yang memerlukan
kerendahan hati (Ams 1:23, Yes 57:15).
Prinsip tentang
Penyerahan Diri: Penyerahan diri
yang dimaksud dalam prasyarat kebangunan rohani ini adalah “pengakuan bahwa
Kristus adalah Tuhan atau Raja. Mengakui ketuhanan Kristus biasanya diwujudkan
dengan hasrat untuk mencari Allah, menyerah kepada kehendak-Nya dan bertobat
dari dosa yang diketahui.
Prinsip tentang
Persekutuan: Kesatuan
diantara saudara seiman dinyatakan sebagai suatu prasyarat untuk turunnya
berkat kebangunan rohani dalam Mazmur 133. Ungakapan “dengan sehati” digunakan
untuk menandai persekutuan dan kesatuan dalam Gereja yang telah dibangunkan
kembali di Kitab Kisah Para Rasul (Kis 1:14; 2:1).
Prinsip tentang
Penyembahan: Dalam Mazmur
50:23, diajarkan bahwa korban syukur (pujian) adalah prasyarat bagi Allah untuk
menyatakan keselamatan-Nya. Keselamatan ini
tidak dibatasi pada arti soteriologis saja tetapi seperi yang sering
digunakan dalam PL barangkali menunjuk pada berkat Allah yang lebih luas dan
besar, termasuk juga berkat kebangunan rohani (Mzm 22:4).
Prinsip tentang
Memberi kepada Allah: Prinsip ini
menghubungkan dengan janji Allah yang akan mencurahkan berkat-Nya dengan
tindakan memberi kepada-Nya (Mat 3:10). Alkitab menyatakan beberpa prinsip yang
sangat penting tentang penatalayanan finansial. Pertama, memberi adalah suatu
perkara rohani, bukan hanya merupakan suatu perkara finansial (Mat 3:7). Kedua,
ketidaksediaan untuk memberikan uang kepada Allah merupakan suatu penghinaan
pribadi terhadap diri-Nya (Mal 3:8).
Allah mendorong
umat-Nya untuk membuktikan kemampuan-Nya atau menguji Dia dibidang finansial
dalam kehidupan kita (Mal 3:7). Apabila kita melakukanny, kita akan mengetahui
bawha Allah membalas kita dengan berlimpah-limpah. Pertama, Ia membalas iman
kita (Mal 3:10). Kedua, kita dilindungi (Mal 3:11). Ketiga, Allah memberikan
kepada kita buah atau hasil dalam
kehidupan kita (Mal 3:12).
BAB 13
NAMA-NAMA YANG MENGGAMBARKAN ROH KUDUS
Beberapa nama Roh
Kudus dinyatakan dalam alam, yang melukiskan aneka macam kebenaran tentang Roh
Kudus. Macam-macam nama yang menggambarkan Roh Kudus tersebut antara lain;
Galeri Seni Agama
Nama yang
menggambarkan tentang Roh Kudus dalam
Galeri Seni Agama ini diambil dari latar belakang kehidupan bangsa
Israel:
1.
Pengurapan(1
Yoh 2:17): Peranan-Nya di dalam memisahkan atau mengkhususkan kita bagi Allah
2.
Berkat-Ku
(Yes 44:3): Peranan-Nya di dalam memberkati kita dengan segala berkat rohani
3.
Api
(Im 1:9): Perana-Nya di dalam menyampaikan penyembahan kita kepada Allah
4.
Minyak
(Ibr 1:9): Peranan-Nya di dalam mentahbiskan kita bagi Allah
Galeri Kebiasaan/Adat Dalam Masyarakat
1.
Jaminan
(2 Kor 1:22; Ef 1:14): Peranan-Nya di dalam menjamin keselamatan kita
2.
Penjaga
Pintu (Yoh 10:3; Kis 16:14; Why 3:7): Peranan-Nya di dalam mebawa kita kepada
Gembala yang Baik
3.
Perlengkapan
(Luk 24:49): Peranan-Nya di dalam melengkapi kita untuk pelayanan
Galeri Alam
1.
Embun
(Hos 14:6): Peranan-Nya di dalam menyegarkan kita setiap hari
2.
Merpati
(Mrk 1:10): Peranan-Nya di dalam membawa hasil yang diperoleh
3.
Aliran-Aliran
Air (Yoh 7:38): Peranan-Nya di dalam memenuhi sampai meluap
4.
Angin
dan Air (Yoh 3:8; Mzm 72:6): Peranan-Nya di dalam kelahiran kembali
Menata Galeri Pribadi Mengenai Gambaran-Gambaran Roh Kudus
v Prinsip tentang Keotentikan: yang dimaksud dengan keontentikan adalah, bahwa kekristenan kita
harus sungguh-sungguh asli (1 Yoh 4:1).
v Prinsip tentang Penataan Teratur: pelayanan-pelayanan Roh Kudus
yang beraneka ragam harus dapat kita tata dengan serius dan menempatkannya di
tempat yang tepat dan harus dapat memberikan kedewasaan bagi orang-orang
kristen. Kedewasaan berarti sempurna, utuh/lengkap baik karakter, pelayanan,
memberi, ibadah, penyembahan, dan mempelajari Alkitab.
v Prinsip tentang Jarak Penglihatan: saat kita memperhatikan hubungan
pribadi kita dengan Allah, maka banyak dari karya Roh Kudus dapat kita dan
kenali. Dan hal apa yang telah
dikerjakan Roh Kudus dalam diri Kita, harus dapat dengan jelas dilihat orang
lain.
v Prinsip tentang Koleksi yang Semakin Meningkat: Roh Kudus tetap
masih bekerja dalam kehidupan kita, menolong diri kita untuk menjadi serupa
dengan Yesus (Flp 1:6). Oleh karena itu, lukisan-lukisan baru akan selalu
ditambahkan selama kita mengizinkan Roh Kudus tetap mengusai kita, dan selama
kita masih terus bertumbuh dalam Kristus. Galeri Roh Kudus kita adalah “Hati
Kita” (2 Kor 3:3). Dan biarkanlah Allah menolong kita saat kita mengembangkan
galeri Roh Kudus kita yang khusus dan unik.
*****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar